Thursday, January 27, 2011

Di Balik Lezatnya Masakan

Kelezatan sup daging memang selalu menggugah selera. Apalagi jika sup tersebut dihidangkan masih dalam keadaan yang hangat, aroma gurih khas dagingnya menyentuh hidung kita. Pernahkah Anda mencoba mendeskripsikan rasa yang ditimbulkan oleh kaldu daging pada kuah supnya? Jelas ada sebuah rasa yang sulit untuk dijabarkan. Rasa ini bukan hanya rasa asin dan manis yang diakibatkan oleh penambahan garam maupun gula.
Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini, dikenal rasa baru yang disebut umami. Rasa ini telah diakui secara internasional sebagai rasa kelima setelah empat rasa yang dapat dirasakan oleh lidah kita.  Umami adalah rasa gurih dan lezat pada makanan. Hal ini disebabkan oleh adanya senyawa glutamat, inisinat maupun glikionat. Semua makanan yang mengandung protein pasti terdapat glutamat bebas di dalamnya, namun dalam kadar yang berbeda-beda.Glutamat yang ditambahkan sodium (natrium) menjadi monosodium glutamat (MSG) yang berbentuk kristal putih. Kristal ini lebih dikenal dengan nama vetsin atau penyedap rasa di dapur rumah tangga.  MSG selain dibentuk oleh glutamat dan sodium, juga terdapat air, yang kesemuanya ini adalah zat gizi.
Fungsi dari MSG sendiri adalah sebagai flavour enhancer (penguat rasa) yang sering ditambahkan ke dalam makanan (Bahan Tambahan Pangan) dalam jumlah tertentu atau tidak berlebihan. Dari penelitian terkini, diketahui bahwa MSG juga dapat meningkatkan nafsu makan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup para lansia. Selain itu, senyawa ini dapat meningkatkan jumlah sel darah putih dan tidak meningkatkan tekanan darah.  Hal ini karena kandungan sodium pada MSG lebih rendah dibandingkan pada garam(NaCl).
MSG aman dikonsumsi selama dalam penyajiannya, disajikan di dalam masakan. Bukan dikonsumsi secara langsung.  Namun, ada sebagian orang yang sensitif dengan flavour enhancer ini. Ada keluhan gatal-gatal, pusing dan lain-lain bila mengonsumsi MSG dalam jumlah yang sedikit maupun banyak. Oleh karena itu, perlu konsultasi ke dokter spesialis yang berkompeten dalam kepastiannya.
Read Comments

Sunday, January 23, 2011

motilis

semenjak gue masuk di departemen tercinta, gue mendengar satu kata yang lagi in di kalangan anak2 angkatan gue. kata itu tak lain adalah motilis. have u heard it before? mungkin bagi anak sosial, kata ini jarang atau bahkan ga pernah terdengar. Motil biasa ditemukan pada artikel atau buku biologi yang ngebahas masalah mikroorganisme.

Motilis ditujukan buat anak-anak yang rajin mondar-mandir di kampus gue alias aktif bergerak ke sana kemari. agak bosen juga kalo di berbagai sudut di kampus bisa ketemu dengan orang yang sama (kecuali kalo ketemu sama sang pujaan hati, ga ad bosen-bosennya, hahhaa^_^). Sampe-sampe ada penghargaan buat salah satu motilis di fakultas gue. penghargaan ini diberikan oleh gue dan empat sobat gue. setiap kali ketemu sama "tersangka", kami langsung memiringkan kepala sambil berkata,"aduh, otak gue kelu". mungkin terlihat dan terdengar agak bodoh dan ga penting. tapi disitulah uniknya, secara ga setiap orang bisa mendapat penghargaan seperti yang gue n sobat2 gue lakuin. Basis penghargaan ini karena itu orang pernah posting status di "wajah buku", yang isinya sangat menyentuh hati dua orang sobat gue.
Read Comments