Sunday, October 2, 2011

Solve The Problem and Take The Decision


How’s life guys? Semoga baik-baik aja ya kabar semua. Kali ini gue pengen berbagi cerita tentang masalah yang dihadapi seorang kenalan dekat gue. Kita panggil aja dia dengan sebutan Mawar. 

Ya, dia seorang perempuan. Dia terkadang menemukan solusi bila dihadapkan pada dua pilihan. Salah satu masalahnya adalah memilih kursus bahasa apa yang harus diambil selain bahasa Inggris yang sudah terkenal dibelahan dunia manapun. Kursus bahasa yang dia inginkan adalah bahasa Jerman. Namun di sisi lain, orang tua menuntutnya untuk mengambil bahasa Mandarin. Perintah orang tuanya ini bukan tanpa alasan. Hal ini disebabkan karena perkembangan bahasa Mandarin yang semakin meluas. Diperkirakan lima tahun lagi bahasa Mandarin akan menggantikan kedudukan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional yang banyak digunakan.

Mawar harus memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan yang tepat. Bila tidak tepat, sama saja dia akan membuang uang dan waktu. Bahasa Mandarin merupakan bahasa asing yang akan menjadi popular. Bila kita menguasainya, kita akan mudah dalam melamar pekerjaan di sebuah perusahaan. Namun, Mawar lebih memilih untuk mengambil kursus bahasa Jerman untuk saat ini. 

What’s the reason? 

Dia memilih keputusan ini dengan pertimbangan bahwa dia telah memiliki dasar yang lebih pada bahasa Jerman ketimbang bahasa Mandarin. Bahasa Jerman telah dia pelajari sejak duduk di bangku SMA, sedangkan bahasa Mandarin belum pernah dia sentuh sama sekali. Bukannya tidak mau mempelajari hal baru, namun Mawar merasa sayang bila harus meninggalkan bahasa Jerman sebelum dia menguasainya dengan benar dan lancar. Mawar menjadwalkan untuk menyelesaikan kursus bahasa Jermannya hingga tingkat 4. Kemudian, dia akan mengambil bahasa Mandarin sesuai keinginan orang tuanya. Dengan begitu, kemampuannya pada bahasa Jerman akan terasah dengan baik dan keinginan orang tuanya pun akan dijalankan dengan baik. 

Cerita ini gue bagikan pada teman-teman sekalian agar kalian juga dapat memecahkan masalah dan mengambil keputusan dengan tepat. Analisis dan perspektif dari sisi yang berbeda akan menghasilkan keputusan yang bijak. ^_^
Read Comments

Tanggung Jawab Sosial

Sudahkah para pemilik perusahaan memikirkan tanggung jawab sosial mereka terhadap dampak limbah yang dihasilkan?

Banyak dari kita yang tidak mengetahui bahwa tidak semua perusahaan membuang limbah produksinya begitu saja. Beberapa perusahaan mendaur ulang limbahnya agar tidak mencemari lingkunga sekitar. Ada yang mendaur ulangnya sendiri dan menjadikannya sebagai produk samping bernilai guna, ada pula yang menyerahkannya kepada perusahaan yang khusus bergerak dibidang perdaurulangan limbah. Misalnya pada industri yang membuat pati singkong atau tapioka.

Mereka menghasilkan produk tapioka sebagai produk utama, dan onggok sebagai produk samping. Onggok mempunyai bau yang tidak enak bila masih berada dalam kondisi basah. Produk samping ini kemudian keringkan dan siap diolah menjadi bahan baku krupuk. Masih banyak lagi cerita pengolahan limbah dari berbagai perusahaan. Semoga hal ini dapat membuka mata kita bahwa tidak semua limbah produksi dari industri itu merusak lingkungan. Bila semua perusahaan dapat mengolah limbahnya dengan baik, maka lingkungan dapat terjaga dan bisa saja meningkatkan profit dari perusahaan tersebut.
Read Comments