Udah lama banget gue ga posting di blog sendiri nih. Keinginan buat nulis ada tapi ga pernah tersalurkan karena banyak hal haha.
Nah, topik yang pengen gue bagi sekarang ini adalah tentang baju kesukaan gue pas masih kecil. Baju ini bisa terbilang baju favorit gue banget. Kenapa? Hal ini gara-gara gue punya beberapa set baju ini di rumah. Yang membedakan antara baju satu dan lainnya adalah warna lingkaran di
kerahnya. Gambar bajunya sama pada semua baju gue. Nama tokoh pada baju
tersebut adalah BONCU. Mama juga bilang kalo gue tiap hari maunya make baju ini doang. Itulah alasannya Mama beli beberapa set. Biar ga cuci kering pake, cuci kering pake. Lama-lama kubas warnanya -___-
Sebenarnya, gue udah lupa sama tokoh ini dan akhirnya cari info di Google. Ternyata, BONCU itu singkatan dari BONEKA LUCU! Doi adalah tokoh utama di salah satu video klip lagu anak-anak dulu. Mungkin gue termasuk bocah gaul kali ya bisa tau hal beginian dan punya bajunya. Bocah gaul juga ternyata bukan gue doang. Temen gue juga punya baju ini. Dan kita sama-sama kaget pas tau dia punya baju BONCU juga hahaha *ga penting memang.
Buat teman-teman yang penasaran sama BONCU, nih gue kasih liat gambarnya di baju kesayangan. Mungkin dulu kalian juga adalah penggemar BONCU, tapi sekarang udah lupa akan tokoh favorit kalian. Ayo diubek-ubek foto lawas! Kali aja nemu foto lagi pake baju BONCU juga haha :D
Hai guys... what's up? Di hari Minggu ini gue mau berbagi pemikiran tentang komitmen. Gue berpikir ini topik yang lagi oke buat diangkat karena komitmen itu selalu ada berkeliaran di sekeliling kita, ya ga? Mulai dari organisasi, kepanitiaan, hubungan pertemanan, kerja, sampai hubungan percintaan butuh yang namanya komitmen. Tulisan gue yang sekarang ini akan lebih banyak ngebahas tentang komitmen sama pasangan aka hubungan cinta. Hahay! Seminggu yang lalu gue beli novel judulnya Test Pack, karya Ninit Junita. Awalnya gue ragu beli itu buku. Tapi setelah baca, ternyata oke abis! sumpah deh, lo harus baca bagi yang belum membaca! atau liat fimnya. Kenapa? Karena dari buku itu kita bisa tahu apa sih sebenarnya makna komitmen dalam suatu hubungan percintaan. Nah, ngomong-ngomong soal cinta nih, gue kepikiran sama yang namanya LDR atau Long Distance Relationship. Gue sih ga pernah tau itu rasanya LDR kayak apa. So, gue bertanya sama beberapa temen yang udah pernah LDR, baik dari sisi cewek maupun cowok.
Dari temen gue yang cewek bilang : "LDR itu gampang-gampang susah. Mungkin kalo cewek sih fine-fine aja asalkan kedua belah pihak masih jaga komunikasi (sms, telpon, skype, dll). Yang masalah itu sama cowok. Soalnya cowok itu butuh kehadiran Ber, ga kayak cewek." Temen cewek gue yang lain bilang : "Intinya sih jaga komunikasi dan saling percaya." Temen cowok gue bilang : "Susah, soalnya cowok itu butuh kehadiran. Kalo cuma SMS atau telpon aja berasa kayak pacaran atau menyayangi seseorang yang maya aka ga nyata, ga ada sentuhan atau ada dihadapannya."
Trus, gue ada cerita nih. Cerita ini gue denger dari sahabat lama gue, udah akrab banget lah sama dia hahaha... Kita lagi curhat-curhatan gitu. Trus, dia cerita tentang temennya yang lagi kuliah di pulau Jawa. Temennya itu cewek, sebut aja Mawar *nama korban yang biasa ada di koran lampu merah haha. Si Mawar itu punya cowok yang setia menurut dia. Cowoknya itu sebut aja Reza *bukan nama sebenarnya. Reza juga kuliah tapi beda pulau, yaitu di pulau Sumatera. Kebayang ga tuh buat ketemu susah? Kalo beda kota mungkin masih bisa lah ya bela-belain dua jam naik angkutan umum kayak dari Jakarta ke Bogor. Nah ini, beda pulau gimana mau sering-sering ketemu??
Usut punya usut ternyata si Reza ini punya teman main mesra (sering diajak SMSan, telpon, dan diajak jalan berdua, makan berdua) di kota tempat dia kuliah. Namanya juga perbuatan yang ditutup-tutupi, pasti ujung-ujungnya ketahuan. Entah bagaimana ceritanya, si Mawar ini tau kalo si Reza ngelakuin hal tersebut. Dia marahnya bukan main kata sahabat gue. Kalo gue di pihak dia, gue juga bakal ngelakuin hal yang sama kokhoho... Trus, sahabat gue gatau deh gimana itu kelanjutan hubungan mereka. Yang jelas si Mawar udah kecewa berat sama Reza yang udah mengkhianati kepercayaan dia.
Nah, trus gue tanya lagi ke temen cowok gue yang lain. Bagaimana tanggapan dia tentang hal ini dari pandangan cowok?
Temen cowok gue bilang : "Ya wajar, kan cuma SMS, telepon, jalan atau makan bareng doang. Ga sampe melakukan hubungan sex kan? Namanya juga cowok Ber, jarang ketemu ceweknya. Dia butuh kehadiran seseorang."
Berdasarkan komen-komen dari temen-temen cowok gue, gue menyimpulkan bahwa cowok itu membutuhkan kehadiran pasangannya. Tapi, bagaimana dengan komitmen yang dia buat?
Gue ga sependapat dengan temen cowok gue itu.Trus gue berpikir, komitmen yang udah dibangun selama ini dikemanain?
Iya kali kalo SMS, telpon, jalan, dan makan barengnya cuma sesekali. Nah ini , ngalah-ngalahin komunikasi sama pasangan sendiri. Mending kalo ga timbul perasaan di antara keduanya. Kalo muncul gimana? Gawat kan? Coba kejadian si Mawar dan Reza itu dibalik. Reza tetap setia dengan komitmennya dan Mawar yang main sama teman mesranya. Wahai para pria...
Bagaimana perasaan lo kalo lo tau bahwa cewek lo punya teman cowok yang suka ngajak jalan, makan bareng, SMSan, telpon melebihi intensitasnya dia ke lo? Bagaimana perasaan lo ketika mengetahui bahwa dia membagi perhatian ke cowok lain? Bagaimana perasaan lo ketika tau alasannya melakukan itu karena keabsenan lo dihadapannya? Bagaimana perasaan lo ketika kepercayaan yang lo taruh selama ini ternyata sia-sia? Pernahkah lo berpikir bahwa suatu saat lo bisa aja kehilangan orang yang lo sayangi, karena hatinya udah layu di hati lo dan tumbuh berkembang di hati orang lain?
Apakah cowok masih akan berpendapat itu hal yang dilakukan Reza itu hal yang wajar?
Buat gue pribadi, komitmen tidak hanya sekedar kata-kata. Komitmen itu juga butuh implementasi dalam keseharian (terutama yang udah nikah).
Komitmen...
adalah ketika seorang jablay mendekati lo buat hang out atau makan bareng atau bermesraan sama dia, lo menolak dan lebih memilih untuk menemani pasangan lo di rumah dan bercanda tawa dengan dirinya.
adalah
ketika lo dapat menghilangkan rasa ingin mendapatkan kasih sayang dari
jablay ketika pasangan ga bisa ngasih perhatian yang intens ke lo karena
dia sakit. adalah ketika lo ingin pasangan ada dihadapan lo saat ini, namun lo mampu meredamnya. Meredam bukan dengan SMSan, telponan, hang out, atau dinner bareng sama jablay, tapi meredam dengan melihat wajahnya di foto atau memeluk bantal yang ada wangi parfumnya. adalah ketika lo ga sepaham dengan jalan pikirannya, lo mampu menahan emosi dan menahan keinginan lo buat mencari pelarian atau teman curhat sama jablay. adalah sebuah kepercayaan, sebuah kejujuran, sebuah perhatian, sebuah kasih sayang, sebuah komunikasi yang baik, sebuah janji suci di antara dua insan manusia.
...Commitment is all about both of us, nothing another person in it...
Hollaaaaaa.... Lama banget ga nulis di sini hahaha. Lebih suka nulis di diary pake tangan daripada ngetik. Malam ini gue mau berbagi beberapa status Facebook seorang cewek, yang dulunya dia pernah tinggal sama aku. Yah, dia udah kayak my sista lah. Suka aja status-status FB-nya yang terkadang mencerminkan keinginan atau isi hati seorang wanita.
Selamat membaca! :)
Tak perlu kau tanyakan karna wanita lebih suka diam. Tak perlu engkau tanya bagaimana,karna wanita ingin engkau mengerti. Tak perlu engkau menduga,bila wanita tidakpun pernah berdusta padamu. Tataplah matanya maka engkau dapatkan segala jawab dlm setiap tanyamu.
Sentuhlah wanita dengan kelembutan sikap dan hatimu,bukan dengan angkuhmu. Tataplah matanya, maka engkau akan tau isi hatinya. Tataplah matanya maka kau akan melihat kesedihan dan kepedihan disana. Tataplah matanya, maka engkau akan dapati kebahagiaan yg membuncah pd sorot matanya. Tataplah matanya, karna sepandai wanita menyembunyikan perasaan, namun matanya takan mampu sembunyikan'y.
Orang yg palik baik diantara kalian adalah org yg paling baik pada keluarganya. Tiada org yg memuliakan istri, kecuali org yg mulia. Dan,,tiada org yg menghinakan istri, kecuali org yg hina.
Cukup satu kali kehilangan tongkat, cukup satu kali. Jangan dua kali bersalah yang sama, jangan dua kali. Manusia yang baik bukan yang tidak pernah melakuhkan kesalahan. Tapi yang menyadari kesalahannya,dan memperbaikinya.
Kita sering merasa takut dan ngeri dengan sesuatu yg belum pernah kita jalani. Namun tak membuat mentalku surut bila aku harus bergelut dengan maut. Karena saat2 yg sangat sulit juga pernah dilalui hingga tersisa nafas ini. Hidup adalah perjuangan. Akhirat adalah tujuan abadi kita. Aku percaya.. Allah Always be here.
Dibawah terik matahari yg seakan menggosongkan kulit kita. Keringat bercucur tiada henti... Hikmah puasa bisa kita rasakan, betapa bernilai setetes air, betapa amarah hanya mebuang energi dan melemaskan tenaga kita. Betapa sabar itu berbuah indah. Ketika waktu berbuka tiba,, akan kita rasakan nikmat Allah yg berlimpah. Sungguh beruntung kita yg msh diberi rizqi untuk berbuka dan saur. Banyak diluarsana bahkan setiap hari mereka terpaksa berpuasa, karna tidak ada sdkitpun makanan dan air untuk mereka nikmati. Masihkah kita merasa gengsi untuk mengucap syukur kepada Allah..?
Kebiasaan para lajang,ketika mingincar terget
menggebu2. Namun ketika telah mendapatkan lupa untuk menjaga. Yg ada
kasih syg smakin hilang dan hambar. ''tanamkanlah kasih syg dlm
stiap harimu. Jaga dan rawat apa yg tlh ada dlm genggaman agr tumbuh
subur dlm ladang cinta kasihmu.''
Bukan isi hati dia sih kalo yang ini, tapi bagus aja buat dibagi ke kalian, hahahaha....
Nabi Muhammad SAW. bersabda: "Mudah2han Allah
memberi Rahmat pada seorg perempuan yg berdir mlm dan sholat. Kemudian
dia membangunkan suami'y sehingga suami'y itu sholat. Kalu suami'y
membangkang,dia akan menyiratkan air pada wajah'y.
Kita takkan tau siapa jodoh qt nanti, mungkin dy org yg qt kenal,mungkin jg qt sama skali tidak mngenal'y. siapapun dia.. pst dia yg trbaik buat qt. Maka ikhlas lah dngn ktntuan Allah SWT.
Nah, sebagai penutup. Ini kata-kata mutiara dari gue
"Muliakanlah aku sebagaimana engkau memuliakan saudara perempuanmu dan ibumu"
Kehidupan
kampus penuh dengan kejadian-kejadian tragis, penuh haru, romantis, bahkan lucu.
Kejadian-kejadian ini tidak lepas dari perilaku mahasiswa dan mahasiswi yang
berbeda pada setiap individu. Dari sekian banyak penghuni kampus, aku tertarik
pada salah satu mahasiswi. Aku tidak terlalu mengenalnya, tetapi aku sering
mendengar kisahnya. Ya, dia sering menjadi buah bibir karena tingkah lakunya.
Teman-temanku
yang sering membicarakannya. Mereka menyebut gadis berkulit sawo
matang itu dengan nama Elodea. Dea, sapaan akrabnya, sering melakukan hal-hal
yang dapat menimbulkan gelak tawa bagi orang sekitarnya. Sifat pelupa, suka
melamun, dan
sok tahu membuat dirinya menjadi bahan ejekan oleh para sahabatnya. Walaupun
begitu, dia menanggapi hal tersebut dengan tawa.
Ada
beberapa kejadian konyol yang dia perbuat. Kejadian-kejadian ini
membuatnya harus menjadi langganan dosen alias sering berurusan dosen. Kejadian itu diceritakan
oleh teman satu kostanku, yang notabenenya adalah teman sekelas Dea. Kejadian
ini bermula dari jejaring sosial yang sedang digandrungi saat ini. Dia memasang
status Facebook melalui handphone,”Salah pilih jurusan gak ya? Mudah-mudahan
enggak”. Selang sepuluh menit, status Facebooknya dikomentari oleh para teman-temannya.
Dea membalas status tersebut satu persatu tanpa menunggu foto profil pemberi
komentar terlihat. Salah satu pemberi komentar itu di dalam status Dea
berkata,”Semangat ya, kamu pasti bisa kok”. Dea mencoba untuk mengingat wajah si
pemberi komentar tersebut dari nama lengkapnya. Kemudian dia membalas,”Terima
kasih Kurnia… :)“.
Keesokan harinya, dia
duduk terpaku di depan laptop. Dia membuka kembali beranda profil Facebooknya. Statusnya
semalam dia baca kembali. Dia menemukan hal yang aneh. Dea berkata,”Lah, kok
tua?”. Si
pemberi komentar statusnya memasang foto seorang ibu berambut pendek dan
tidak terlalu jelas. Dia meyakini bahwa si pemberi komentar bernama Kurniawati Melata Cantika merupakan temannya dulu
di bangku SMP, sehingga seharusnya yang terpampang di profile picture adalah foto gadis muda. Namun untuk memastikan, dia
membuka profil orang tersebut.
Mata
gadis berwajah melayu itu pun langsung membelalak. Tangan kanannya menutupi
mulut mungilnya. Si pemberi komentar itu tidak lain dan tidak bukan adalah Ibu Wati
alias Kurniawati Melata Cantika, dosen mata kuliah Manajemen Pangan. “Wah,
gawat nih!”, pikir Dea. Jemari dia pun dengan cepatnya menghapus balasan
komentar di statusnya. Gadis itu pun langsung mengetik permohonan maaf di
dinding Ibu Wati. Pelajaran yang dapat diambil adalah jangan sok ingat dan sok
tahu dengan teman lama kalau tidak terlalu yakin dengan nama panjangnya.
Tidak hanya kejadian itu. Ada lagi
kejadian yang membuat aku menggelengkan kepala ketika mendengarnya. Kejadian
ini berawal dari ujian tengah semester. Ujian ini sudah berlalu sejak dua
minggu yang lalu. Para mahasiswa tidak sabar melihat nilai mereka, begitu pula
dengan Dea. Nilai kuliah Manajemen Pangan pun dipajang. Nilai Dea tidak ada
tertulis di sana. Di kertas itu pun tertulis bahwa Dea diharuskan untuk
menghadap Ibu Wati secepatnya.
Pintu kantor dosen diketuk. Suara
dari dalam ruangan itu mempersilakan untuk masuk. Senyuman manis tersungging di
bibir mungil Dea. Ibu Wati berdiri dan berjalan menuju arahnya sambil membawa
beberapa kertas. “Kamu kok tidak mengisi jawaban di lembar soal ujian De?”,
tanya Ibu Wati seraya menyodorkan kertas-kertas tersebut. “Ah, yang benar Bu? Saya
merasa saya sudah mengisi semua soal dengan baik”. “Coba kamu lihat dulu
baik-baik”, mata Bu Wati menuju ke kertas.
Dea membuka kertas satu persatu. Di
halaman pertama dan kedua, dia disuguhi dengan soal essay. Di soal itu ada
coretan jawaban Dea. Di lembar berikutnya, Dea melihat soal pilihan ganda. Hal ganjil
yang terlihat adalah jawaban pilihan ganda itu masih bersih alias tidak ada
coretan untuk memilih jawaban yang tepat. Dia yakin bahwa saat ujian dia telah
memilih jawaban yang tepat. Bola matanya bergeser ke arah soal dengan teliti. Dia
mendapati bahwa dia baru menjawab dengan menyilang huruf di soal tersebut. “Astaga!”,
dia menepuk jidat. Dea belum memindahkan jawaban tersebut ke tempat seharusnya.
Kebiasaan itu sering dia lakukan bila menjawab soal pilihan ganda.
Beralih ke cerita lain tapi masih berkaitan
dengan si buah bibir. Kejadian ini berlangsung pada saat praktikum pengolahan
pangan. Dosen pembimbing praktikum, Ibu Herlina, sedang membantu para mahasiswa
untuk mengolah daging sapi menjadi bakso yang lezat. Setelah melalui proses
penggilingan, daging merah itu masuk ke tahap pencampuran dengan bahan-bahan
lainnya. Bu Herlina terlihat mencari-cari sesuatu. “Pisau homogenizer-nya mana ya?”, tanyanya kepada para mahasiswa yang
berada di hadapan dan sebelahnya. Para mahasiswa saling bertatapan satu sama
lain, kecuali Dea. Dia sedang terdiam dan termenung sendirian.
“Hmm, di
mana ya pisaunya? Perasaan tadi ditaruh di sini”, ucap Gisela dengan muka
bingung, yang berada di samping kiri Dea. Ucapan itu sontak membangunkan Dea
dari lamunannya. “Pisau?”, tanya Dea ke Gisela. Gisela hanya menggangguk. Dea
melemparkan pandangannnya ke samping kanannya. Pisau dengan pegangan kayu terlihat
di atas meja dan agak tertutupi oleh plastik putih. Dia mengambilnya dengan
segera. “Ini pisau yang Ibu cari”, ujar Dea sambil menyodorkan pisau ke arah
Ibu Herlina. Suasana jadi hening seketika ketika Bu Herlina mengambil pisau
tersebut. Selang beberapa detik, tawa membuncah dengan kerasnya dari para
mahasiswa yang ada di situ. “Hahahaha…Dea, pisau sayur digunakan untuk homogenizer. Jangan ngaco kamu ah”, kata
Gisela sambil terus tertawa. Bu Herlina juga ikut tertawa terbahak-bahak
melihat adegan tersebut. Ridwan yang berada berseberangan berkata,”Sakti banget
kamu De. Memang deh, gak ada yang bisa nandingin kamu, hahaha. Dasar Dea de
Pisau!”.
Itulah
tiga cerita dari si buah bibir yang konyol. Masih banyak cerita-cerita yang
lebih seru dan mengocok perut dari berbagai individu di kampus. Hidup di kampus
memang terkadang membosankan. Dengan adanya orang seperti Elodea, membuat
suasana kuliah yang jemu menjadi lebih ceria karena dapat membuat orang di
sekelilingnya tertawa.
(Cerita ini
didedikasikan penulis untuk pembully sakti P4 : Bray, Dipet, Om, Kudanil)
Makasih udah mau membaca lagi artikel dari gue. Kali ini, gue mau berbagi tips untuk mengajukan beasiswa Goodwill. Semoga kalian udah mencari tau beasiswa ini ya sebelumnya melalui website resminya, biar lebih ada gambaran tentang Goodwill. Alasan kenapa gue bikin artikel ini karena banyak dari teman-teman di kampus yang bertanya tentang cara pengisian formulir. Banyak dari mereka yang minta "master" alias form pendaftaran yang dulu gue ajukan ke Goodwill, tapi ga gue kasih hehehe. Bukannya pelit atau ga mau berbagi info, tapi apa yang gue isikan di dalam form tersebut merupakan kehidupan pribadi gue alias bersifat privasi. So, mohon maaf bagi teman-teman kemarin yang minta "master" ke gue ya. Gue harap dengan tips gue di sini bisa membantu kalian dalam mengisi form tersebut.
Langsung aja gue mau ngebahas tentang pengisian formulir beasiswa Goodwill. Uups! Gue hampir lupa. Sebelumnya, bagi kalian yang ga serius atau ragu-ragu untuk apply beasiswa ini, mending klik close dari tab yang membuka artikel gue ini. Sangat disayangkan kalo kalian udah capek-capek nyari info, download formulirnya, liat tips gue, dan akhirnya ga jadi apply. Kenapa? Karena itu akan membuang waktu berharga kalian yang seharusnya bisa dipakai untuk hal yang lebih bermanfaat.
Ouh iya, usahakan dalam mengisi form, kalian lakukan sendiri. Banyak dari teman-teman yang meminta gue mengisikan form untuk mereka, entah bercanda atau serius, tapi menurut gue lebih baik kalian sendiri yang mengisi, jangan orang lain. Kenapa? Pertama karena kalian lah yang paling tau diri kalian, apa tujuan kalian, kehidupan kalian, pemikiran2 brilian kalian di masa mendatang. Kedua, yang mau beasiswa itu siapa sih? Ga ada sesuatu yang didapatkan dengan instant dan mudah dudeandsista. Semua butuh proses dan waktu. So, kita perlu berjuang untuk mendapatkannya.
Nah, nanti kalian akan dihadapkan sama formulir berbahasa Inggris. Don't give up! Keliatannya doang kok susah, tapi sebenarnya mudah kok. Untuk mengakali kesusahan kita dalam membuat essay berbahasa inggris, kalian bisa buat dulu essay dalam bahasa Indonesia lalu terjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Dalam penerjemahan ini, kalian bisa menggunakan kamus, kerabat yang jago inggris, ataupun google translate. Dari pengalaman gue kemarin, gue langsung bikin pake bahasa inggris. Ada kendala sih di beberapa kata, jadi gue tulis dulu tuh kata dalam bahasa indo. Setelah buka kamus, jadi deh essay gue. Nah, setelah kira-kira grammar dan kata-katanya bagus, gue cek lagi di google translate untuk memastikan apakah bahasa yang gue gunakan udah benar.
Ada beberapa isian yang harus kalian isi, yaitu :
1. Personal Data, isi aja sesuai data kalian yang sebenarnya
2. Family Information, kalian isi dengan jelas penghasilan dan kerjaan orang tua ya.
3. Finansial Data, isi dengan baik dan terinci. Ini juga buat bahan pertimbangan dalam seleksi penerima beasiswa.
4. Scholarship, kalo kamu pernah dapet beasiswa ssebelumnya atau masih jalan sampai sekarang, tulis aja dikotak ini dengan informasi yang jelas.
5. Academic Information dan Non-Academic Experinces, isi dengan baik, jangan ada yang terlewat. Kalo kalian punya segudang aktifitas di organisasi, dapet penghargaan, atau prestasi apapun dapat disertakan di sini. Ini juga point penting untuk mendapatkan beasiswa ini. Mereka mencari penerima yang peduli terhadap lingkungan sekitar dan mempunyai jiwa leadership. Kalo punya IPK pas-pasan, jangan berkecil hati. IPK itu ibarat ketukan pintu saat bertamu ke rumah orang. Semakin besar IPK kita, semakin orang cepat merespon. Tetapi IPK kecil juga ga kalah kok. Walaupun ketukan kita kecil, tapi orang di dalam rumah itu menyadari kalo ada orang di luar. Mereka akan keluar dan melihat kalian juga. IPK gue pas apply juga ga gede kok, bisa dibilang kecil di antara teman-teman gue yang apply, tapi akhirnya dapet juga, alhamdulillah. So, jangan minder ya :)
6. References, nah ini juga penting. Kenapa? terkadang mereka akan menelpon orang yang kita jadikan referensi di sini. Mungkin mereka ingin lebih tau bagaimana cara kita bergaul di lingkungan sekitar. Siapkan dari jauh-jauh hari, ga nyari pas hari terakhir pengumpulan. Gue dulu pernah punya pengalaman dengan pengisian ketua RT. Gara-gara hal ini, hampir aja ga jadi apply. Syukurnya, ada temen gue yang support di masa-masa genting karena pada saat itu udah jam setengah tiga sore dan deadline pengumpulan terakhir ke rektorat. *makasih buat Merry :)
7. Additional Questions, ini merupakan bagian paling penting. Di sini, kalian harus benar-benar mengeksplore segala potensi yang ada di diri kalian dan menuliskannya di kertas. Kalian bisa mengatakan tentang bidang yang "lo banget deh" atau passion kalian di mana. Dari sekarang harus mulai dipikirkan karena mereka mencari orang yang berpikir jauh ke depan dan tau tujuan hidup. Kalian juga harus bisa "menjual diri" atau promote your self sehingga mereka percaya bahwa kamu orang yang pantas mendapatkan beasiswa ini. Berarti, kalian harus tau potensi yang tersimpan di diri kalian selama ini. Di isian ini pula mereka akan menilai keseriusan kalian terhadap Goodwill.
8. Profile, tulis segala perjalanan hidup kalian yang biasa kalian tulis di CV berupa point-point menjadi sebuah karangan tentang biografi diri kalian. Ini bagian yang gue suka karena gue bisa menceritakan pengalaman tentang aktifitas yang gue ikuti.
9. Essays, di sini lebih ditekankan kepada pemahaman kalian tentang leadership, siapa tokoh yang mengubah pola pikir kalian, dan pengalaman apa yang mendorong kalian untuk melakukan suatu perubahan dalam hidup ini. Leadership ini sangat penting karena pas wawancara akan ditanya lebih dalam. So, pahamilah makna dari leadership. Bukan cuma hafalan dari pengertiannya, tapi juga bagaimana kalian bisa menerapkannya di diri kalian. Kalian harus berpikir dari persepsi seorang leader. Cukup sulit tapi kalo kalian pernah gabung di organisasi, pasti gampang deh mengutarakannya. Ini merupakan bagian yang paling gue suka karena gue bisa mengatakan pemikiran gue kepada orang lain, hehehe....
Itu beberapa tips-tips dari gue. Kalo masih ada yang mau ditanyain, silakan kirim email ke beber_ps@yahoo.com Insya Allah gue bales kalo lagi ga sibuk sama kuliah, laporan, dan organisasi *kehidupan mahasiswa -__- Tunggu artikel selanjutnya tentang tips-tips wawancara Goodwill ya. Be focus and serious person to take this chance, good luck ^^
Hai semua... Kangen banget buat nulis nih. Bingung mau nulis apa jadi gue mau berbagi tulisan gue buat salah satu lomba yang temanya meningkatkan minat baca di bulan November 2011. Cerita ini adalah true story yang pernah gue alami, hehehe... Langsung aja yuk baca tulisan gue, enjoy! ^^
Temukan Celahnya
Suatu hari,akupulang ke rumah dengan naik angkutan umum. Di dalamnya hanya ada dua orang ibu berumur sekitar tiga puluhan, sedang asik berbincang-bincang sambil memegang kantung plastik putih. Pojok kanan paling belakang dari bangku merupakan bagian favoritku. Jemariku langsung menekan tombol handphone. Bukan untuk membalas sebuah SMS yang penting, tapi hanya sekadar melihat status baru dari Friendster, sebuah jejaring sosial yang sedang marak di kalangan pelajar SMP seperti diriku ini.
Selama perjalanan, aku mendengarkan perbincangan kedua ibu tadi. Mereka sedang membahas anak salah satu dari kedua ibu tersebut.
“Aku suka heran lho Mbak Ratna sama Radit. Dia senang banget membaca buku. Kalau biasanya anak-anak mengisi waktu libur atau luang mereka dengan main, dia malah menetap di kamar sambil baca buku yang naudzubillah tebalnya. Apa gak pusing ya kaya begitu?”
“Kesenangan orang kan beda-beda Mbak Wanti. Dia mungkin mendapatkan kesenagan dari jalan cerita yang dia baca atau memenuhi rasa ingin tahunya. Biarkan saja”
“Tapi aku takut kalau dia nanti kurang pergaulan”
“Gak lah Mbak, biarkan saja dia melakukan hobinya. Malah bagus kan dia punya hobi membaca jadi wawasannya luas”
Ada sebuahpertanyaan terlintas di benakku,”Memangnya kesenangan apa sih yang di dapat dari membaca? Lebih asyik nonton film atau sinetron di TV. Ada yang bisa dilihat, ga cuma rangkaian tulisan doang. Hal terpenting adalahga perlu bikin otak dan mata lelah”. Sejak saat itu akumenjadi penasaran untuk menemukan kepuasan tersendiri dalammembaca buku sehingga pembacanya betah berlama-lama menghabiskan waktu dengannya.
Hampir setiap hari Jum’at awal bulan, aku dan beberapa teman sekelasku pergi ke Mall. Biasanya, kami menghabiskan waktu untuk foto box, melihat toko kaset, atau jajan makanan ringan bila membawa uang lebih. Aku sendiri sering menyempatkan diri pergi ke toko buku. Awalnya bukan untuk membeli buku, namun untuk melihat kertas surat bergambar terbaru. Aku gemar mengoleksinya. Setelah rasa penasaranku muncul tentang kesenangan dari gemar membaca, akhirnya ku putuskan untuk melihat-lihat buku di toko tersebut. Bagian buku yang ku tuju adalah bagianbiografi.
Kenapa akumemilih bagian ini? Pada saat itu aku berpikir bahwa buku-buku seperti itulah yang harus ku baca untuk meningkatkan pengetahuanku di bidang lain, tidak hanya ilmu pelajaran. Tanganku berhenti pada sebuah buku yang mengisahkan biografi dari penulis Indonesia yang fenomenal di era-nya, yaitu Pramoedia Anantatoer. Di buku tersebut juga mengisahkan sedikit biografi dari adik kandungnya, yaitu Soebagyo. Aku mulai membaca biografi singkat dan beberapa lembar isinya. Saat ingin membuka lembar kelima, tanganku menutup buku tersebut. Aku tidak mendapat kesenangan apapun dari buku tersebut kecuali rasa kagumku pada eyang Pramoedia yang tetap menghasilkankarya yang tangguh meski sedang berada dibalik jeruji besi.
Sepertinya membaca buku bukanlah bagian dari hobiku. Itu yang ada di otakku pada saat itu. Aku pun jarang main lagi ke bagian buku-buku “berat”, kecuali komik. Lalu pada akhir tahun ketiga, pihak sekolah mewajibkan para muridnya untuk membuat sebuah sinopsis dari buku-buku yang ada di perpustakaan sekolah. Nilai sinopsis tersebut akan dijadikan nilai tambahan untuk ujian praktek Bahasa Indonesia. Selain itu, tiga karya terbaik akanmendapat sertifikat dan hadiah.
Mendengar hal itu, aku bersemangat. Pada dasarnya, aku suka menulis, namun hanya sebatas curahan hati atau cerita khayalan yang ku tulis di buku diary. Siang hari setelah shalat Dzhuhur, aku pergi ke perpustakaan bersama sahabat baikku. Dia telah mendapatkan buku cerita tipis. Aku masih berputar-putar mencari buku cerita yang cocok. Mataku mencari judul yang menarik di antara jejeran buku yang tersusun rapi. “Suci”, sebuahjudul buku cerita atau lebih tepatnya novel, yang ditarik oleh tangan kananku.
Sinopsis pendek dari sampul belakang novel Suci membuatku yakin untuk memilih novel tersebut sebagai bahan tugas akhirku. Novel ini bercerita tentang seorang anak perempuan yang duduk di bangku SMA bernama Suci. Dia mengalami masalah perekonomian yang membuatnyaterjun sebagai penyanyi bar dengan gaji lumayan tinggi. Sejak duduk di kelas 1 SMA, dia memendamrasa kepada kakak kelasnya bernama Rionaldo, cowok populer di SMA. Pada akhirnya Suci berhenti bekerja sebagai penyanyi bar dan memutuskan untuk menggunakan jilbab. Rionaldo diam-diammemendam perasaan ke Suci sejak lama. Sebelum Rionaldo lulus dari SMA-nya, dia menawarkan cincin berlian kepada Suci dan memintanya untuk menjadi kekasihnya. Tak disangka, Suci menolak dengan berkata,”Maaf Kak, aku tidak bisa. Saat ini aku hanya ingin menggapai cinta-Nya terlebih dahulu”.
Air mata menetes deras dari kedua mataku. Ada suatuperasaan hangat dan kagum atas sosok Suci yang ditampilkan dalam novel tersebut. Cerita hidup tokoh suci membekas di dalam diriku. Keinginanku untuk menutup aurat terpicu dari novel tersebut. Novel Suci inilah yang membuatku sadar akan kesenangan dari membaca sebuah buku. Kesenanganku saat itu ternyata didapat dari buku yang dapat memberi motivasi. Selain kesenangan dari membaca novel tersebut, aku juga mendapatkan kesenangan karena berhasil meraih juara tiga dalam lomba + tugas akhir sinopsis tersebut. Sejak saat itu, aku menjadi gemar membaca novel dan mulai jarang mengikuti perkembangan sinetron di TV.
Pada saat beranjak ke SMA, aku suka sekali membaca novel, biografi, sejarah, buku motivasi dan komik. Memasuki tahun pertama di SMA, aku mendapat lima orang teman yang enak untuk diajak diskusi, baik diskusi tentang pelajaran maupun hal lainnya. Tak jarang kami membahas hal-hal yang masih diangan-angan namun ilmiah. Hasil perbincangan kami inilah kerap kali menimbulkan rasa ingin tahu yang lebih bagiku. Untuk itu, aku sering membaca buku-buku di toko buku. Saat itu, aku sudah mulai bisa mendapatkan kesenangan dari membaca buku-buku “berat” seperti biografi, buku pengetahuan alam atau ilmiah.
Semangatku untuk mendapatkan kesenangan dari membaca buku terpacu juga dari sebuah tayangan televisi. Tayangan tersebut menampilkan sosok Tantowi Yahya yang sedang membaca buku di perpustakaan rumahnya. Banyak sekali koleksi buku beliau. Kesuksesan yang Tantowi Yahya raih merupakan kerja kerasnya didukung dengan wawasannya yang luas. Ada kata-kata beliau yang membuatku ingin menjadi seorang gemar membaca.
“Buku adalah sumber ilmu dan pengetahuan. Saya bisa seperti ini karena senang membaca buku”.
Ada lagi pengalamanku saat pergi ke Bromo untuk melihat matahari terbit setahun yang lalu. Jam menunjukkan pukul 04.15. Aku bersama rombongan dari Pare pergi mencari kedai di dekat puncak Bromo untuk menghangatkan tubuh. Ada banyak kedai yang buka saat itu. Kami memilih kedai kelima dari ujung depan. Tidak terlalu banyak pengunjung yang singgah di kedai tersebut. Mataku mendapati ada sebuah keluarga sedang menghangatkan diri mereka di dekat bara api. Keluarga tersebut ternyata berasal dari Belanda. Mereka sedang menghabiskan liburan di Indonesia. Mereka ditemani oleh seorang guide yang berasal dari Purwokerto.
Pengajarku di lembaga Bahasa Inggris di Pare membuka perbincangan dengan mereka. Mereka sangat ramah untuk ukuran orang asing. Sesekali aku dan teman-temanku yang juga sesama murid di lembaga tersebut, ikut berbicara dengan mereka. Hitung-hitung untuk latihan percakapan dengan native speaker. Kepala keluarga tersebut, sebut saja Mr. Mike, mengatakan bahwa selagi masih menjadi mahasiswa atau pelajar, kita harus menggunakan waktu kita untuk hal-hal yang berguna untuk masa depan.
Mr. Mike mengatakan bahwa ada tiga hal yang akan membuat kalian bertahan di era globalisasi seperti sekarang ini, yaitu penguasaan bahasa asing, pengetahuan yang luas, dan penguasaan teknologi. Bila ketiga hal tersebut sudah kita pegang, kita akan mudah untuk bisa bersaing dengan tenaga kerja asing, apalagi domestik. Beliau menambahkan bahwa mulai dari sekarang kita sebagai mahasiswa atau pelajar harus rajin membaca buku, minimal beberapa lembar dalam sehari.
Inilah beberapa kisahku dalam mencari kesenangan membaca buku. Pada awalnya memang terasa menjemukan. Namun bila kalian sudah menemukan celahnya, kalian akan merasakan kesenangan yang berbeda dan ketagihan untuk membaca lebih banyak buku lagi. Saranku, cobalah untuk membaca buku yang kalian senangi jenisnya, entah itu biografi, buku motivasi, roman, novel, dan sebagainya. Dapat pula membaca buku yang berkaitan dengan jurusan kalian sekarang karena itu dapat menambah motivasi dalam membaca.
Dalam sehari, usahakan untuk membaca sebuah buku, walaupun hanya beberapa lembar saja. Tidak perlu menyediakan waktu khusus. Kalian bisa membacanya saat sedang menunggu kelas kuliah di mulai, mengisi slack time, saat bepergian di angkutan umum, sebelum tidur, dan sebagainya. Apalagi bagi kalian yang senang menulis. Membaca dapat memperkaya kosa kata kita dan memberi inspirasi dalam mengembangkan ide cerita. Ada kata-kata bijak dari Stephen King,”Kalau kau tak punya waktu membaca, kau tak punya waktu untuk menulis”.
How’s life guys? Semoga baik-baik aja ya kabar semua. Kali ini gue pengen berbagi cerita tentang masalah yang dihadapi seorang kenalan dekat gue. Kita panggil aja dia dengan sebutan Mawar.
Ya, dia seorang perempuan. Dia terkadang menemukan solusi bila dihadapkan pada dua pilihan. Salah satu masalahnya adalah memilih kursus bahasa apa yang harus diambil selain bahasa Inggris yang sudah terkenal dibelahan dunia manapun. Kursus bahasa yang dia inginkan adalah bahasa Jerman. Namun di sisi lain, orang tua menuntutnya untuk mengambil bahasa Mandarin. Perintah orang tuanya ini bukan tanpa alasan. Hal ini disebabkan karena perkembangan bahasa Mandarin yang semakin meluas. Diperkirakan lima tahun lagi bahasa Mandarin akan menggantikan kedudukan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional yang banyak digunakan.
Mawar harus memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan yang tepat. Bila tidak tepat, sama saja dia akan membuang uang dan waktu. Bahasa Mandarin merupakan bahasa asing yang akan menjadi popular. Bila kita menguasainya, kita akan mudah dalam melamar pekerjaan di sebuah perusahaan. Namun, Mawar lebih memilih untuk mengambil kursus bahasa Jerman untuk saat ini.
What’s the reason?
Dia memilih keputusan ini dengan pertimbangan bahwa dia telah memiliki dasar yang lebih pada bahasa Jerman ketimbang bahasa Mandarin. Bahasa Jerman telah dia pelajari sejak duduk di bangku SMA, sedangkan bahasa Mandarin belum pernah dia sentuh sama sekali. Bukannya tidak mau mempelajari hal baru, namun Mawar merasa sayang bila harus meninggalkan bahasa Jerman sebelum dia menguasainya dengan benar dan lancar. Mawar menjadwalkan untuk menyelesaikan kursus bahasa Jermannya hingga tingkat 4. Kemudian, dia akan mengambil bahasa Mandarin sesuai keinginan orang tuanya. Dengan begitu, kemampuannya pada bahasa Jerman akan terasah dengan baik dan keinginan orang tuanya pun akan dijalankan dengan baik.
Cerita ini gue bagikan pada teman-teman sekalian agar kalian juga dapat memecahkan masalah dan mengambil keputusan dengan tepat. Analisis dan perspektif dari sisi yang berbeda akan menghasilkan keputusan yang bijak. ^_^
seorang mahasiswi yang masih bergelut dengan ilmu dan teknologi pangan...
seorang anak perempuan yang ga pernah menyerah untuk menggapai mimpi-mimpi yang telah tertulis di pink diary..hehe
bagi gue, mimpi adalah sebuah motivasi untuk mencapai sesuatu yang menakjubkan dan bermakna di kehidupan yang sangat berharga...